Rusia Daftarkan Vaksin Sputnik-V ke WHO

Rusia menjadi negara pertama yang mengajukan permohonan prakualifikasi awal dan mendaftarkan vaksin virus korona ke Badan Kesehatan Dunia (WHO), yang akan membuat vaksin Sputnik-V tersedia secara global lebih cepat.

“Rusia adalah negara pertama yang mendaftarkan vaksin virus korona,” kata Kirill Dmitriev, CEO Russia‚Äôs Direct Investment Fund (RDIF). “Vaksin Sputnik-V yang kami hasilkan dibuat di atas platform vektor adenovial manusia yang aman, efektif, dan dipelajari dengan baik.”

RDIF, yang membiayai riset dan produksi Sputnik-V, telah mengajukan permohonan ke WHO untuk memasukan Sputnik-V dalam program Daftar Penggunaan Darurat. Cara ini ditempuh agar prakualifikasi dipercepat.

Prakualifikasi adalah program jaminan kualitas yang dirancan WHO untuk memastikan vaksin memenuhi standar internasional. WHO akan memberi lampu hijau kepada badan PBB lainnya, salah satunya Unicef, jika vaksin yang dihasilkan layak digunakan.

Program ini juga digunakan untuk mendukung ‘kebutuhan khusus’ program imunisasi nasional.

WHO juga memasukan vaksin dalam prosedur Daftar Penggunaan Darurat (EUL), yang dirancang untu mempercepat penilaian obat-obatan tanpa ijin, terpeutik, dan diagnostik dalam situasi darurat.

Pada 1 Oktober 2020 lalu, WHO kali pertama mengundang produsen vaksin Covid-19 di seluruh dunia untuk mengajukan program EUL dan prakualifikasi. Tidak jelas berapa lama diperlukan untuk melalui semua tahapan dan menerima persetujuan setelah masuk dalam program.

Yang pasti, Rusia adalah negara pertama yang secara resmi mendaftarkan vaksin Covid-19. Pengembang Sputnik-V kini sedang menjalani uji klinis tahap ketiga dan terakhir, dan telah 40 negara menyatakan berminat membeli.

Brasil, Venezuela, Azerbaijan, Kazakhstan, Belarusia, dan India, disebut secara khusus sebagai penerima Spunik-V. Terakhir, Bolivia mengumumkan rencana memesan vaksin Rusia setelah Spunik-V siap dijual.

No Comments Yet

Leave a Reply

Your email address will not be published.