Sering Ngopi Berisiko Lebih Rendah Terkena Diabetes Tipe 2

SALAMIBU – Diabetes tipe 2 bisa menjadi kondisi kronis yang menambah tantangan dalam kehidupan sehari-hari. Jika Bunda ingin menghindarinya, menikmati secangkir kopi bisa membantu.

Kopi telah terbukti menurunkan risiko terkena diabetes tipe 2, lapor komunitas diabetes global. Mungkinkah ini benar? Bagaimana lagi Bunda bisa mencegah kadar gula darah tinggi?

Polifenol, sifat antioksidan yang ditemukan dalam kopi, “dipercaya secara luas untuk membantu mencegah penyakit inflamasi,” kata komunitas tersebut.

Selain itu, kopi mengandung magnesium; tingkat tinggi nutrisi ini telah dikaitkan dengan tingkat diabetes tipe 2 yang lebih rendah. Mengutip penelitian dari University Medical Center di Belanda, tiga cangkir kopi setiap hari “menyebabkan risiko pengembangan diabetes tipe 2, hingga 40 persen lebih rendah”.

Dalam menggali data, tim peneliti melibatkan 40.011 peserta yang mengisi kuesioner untuk menilai konsumsi kopi mereka. Penyelidikan tindak lanjut 10 tahun mencatat siapa yang kemudian mengalami perkembangan diabetes tipe 2.

Dari 40.011 orang, 918 partisipan sudah mengalami kondisi tersebut (diabetes tipe 2), namun mereka yang mengkonsumsi kopi berbanding terbalik dengan yang mengidap diabetes. Diketahui bahwa konsumsi tiga cangkir kopi setiap hari mengurangi risiko diabetes tipe 2 sekitar 42%. Perlu dicatat bahwa kafein (ditemukan dalam kopi) telah terbukti “merusak sensitivitas insulin”.

Komunitas diabetes global mengomentari hasil yang tampaknya kontradiktif ini. “Kopi tanpa kafein mungkin memberikan pilihan terbaik bagi orang-orang, karena para peneliti menemukan kopi mengandung manfaat tanpa efek negatif yang terkait dengan kafein.”

Tidak semua kopi dibuat sama – kopi dengan sirup “bisa menimbulkan masalah” bagi mereka yang berisiko diabetes karena kandungan gulanya.

Apakah Anda penggemar latte? Kopi susu mengandung banyak kalori dan karbohidrat. Penggemar kopi ini dapat menghadirkan masalah dengan lonjakan gula darah, yang berusaha dihindari oleh penderita diabetes.

Kondisi diabetes dimulai ketika pankreas tidak dapat berfungsi atau menghasilkan insulin dalam jumlah yang cukup. Insulin adalah hormon yang dibutuhkan untuk memungkinkan sel-sel tubuh mencerna glukosa (yaitu gula) dari makanan dan minuman yang Anda konsumsi.

Sel-sel tubuh membutuhkan glukosa untuk berfungsi secara optimal, jika tidak, masalah kesehatan akan muncul.

Selain itu, jika insulin rusak (atau tidak cukup), maka glukosa (yaitu gula) mulai menumpuk di aliran darah. Hal ini menyebabkan masalah tersendiri, seperti kerusakan saraf, kerusakan pembuluh darah, dan masalah ada penglihatannya.

Apa yang bisa dilakukan untuk mengurangi risiko diabetes tipe 2? Dua hal penting yang perlu Anda fokuskan adalah: diet dan lebih banyak bergerak. [*]

No Comments Yet

Leave a Reply

Your email address will not be published.