Di Jateng Muncul Klaster Keluarga, Pengajian dan Asrama Militer

SALAMIBU-Sebuah klaster keluarga terjadi di Klaten Jawa Tengah, setelah seorang warga Klaten kembali dari kondangan di Semarang dan merasa taidak enak badan.

“Berawal dari jagong atau kondangan di daerah Semarang, kemudian pulang demam dan tidak enak badan. Setelah dibawa ke RS dan di-swab positif COVID 19,” kata Ketua Gugus Tugas Percepatan Pengendalian COVID-19 Kecamatan Klaten Selatan, Jaka Hendrawan, pada Sabtu (10/10/2020).

Mendapati warganya terkonfirmasi positif Covid-19, Tim dari Satgas segera melakukan tracing ke keluarga pasien dan diketahui terdapat dua orang keluarga dekat pasien yang terkonfirmasi positif terinfeksi Covid-19. Dengan demikian total dalam keluarga tersebut terdapat tiga orang yang terpapar Corona.

“Menuyul yang positif dua orang. yakni ponakan yang positif pertama dan cucu dari adiknya,” kata Jaka menerangkan bahwa terhadap mereka yang positif telah dilakukan isolasi.

“Sudah dilakukan isolasi di Edotel dan di rumah. Kita terus lakukan tracing dan terakhir ditemukan riwayat, salah satunya sempat mengambil bantuan di balai desa,”.

Berdasar informasi tersebut Tim Gugus Tugas segera melakukan tracing terhadap para aparat desa tempat pasien positif Covid-19 mengambil bantuan. Selanjutnya Tim meminta aparat desa setempat untuk menjalani isolasi mandiri.

“Perangkat desanya sudah diminta isolasi sementara. Meskipun tidak positif COVID dan kami berharap tidak meluas,” kata Jaka.

Sementara dari Salatiga diperoleh informasi dari Pemerintah Kota (Pemkot) Salatiga, Jawa Tengah, bahwa di wilayahnya terjadi klaster penyebaran Covid-19 dari sebuah pengajian di Kelurahan Tingkir Lor, Kecamatan Tingkir, Kota Salatiga.

Dari klaster pengajian tersebut diketahui terdapat tiga kasus terkonfirmasi positif Covid-19. Ketiganya diketahui mempunyai kontak erat dengan seorang pasien Covid-19 yang sebelumnya sudah lebih dulu menjalani perawatan

“Dari tracing kami menemukan tiga orang yang terkena COVID-19 dari klaster pengajian di Salatiga,” jelas Kepala Dinas Kesehatan (DKK) Kota Salatiga, Siti Zuraidah, pada Sabtu (10/10/2020).

Siti telah meminta bantuan tokoh agama dan masyarakat untukn ikut memberi edukasi protokol kesehatan Covid-19 di wilayahnya.

Sebelumnya delapan orang penghuni rumah susun (rusun) Asrama Militer (Asmil) di Solo dikabarkan terpapar Covid-19, sehingga saat ini seluruh penghuni rusun tersebut kini harus menjalani isolasi mandiri.

Komandan Kodim/0735 Surakarta Letkol (Inf) Wiyata Sempana Aji membenarkan tentang delapan orang penghuni rusun Asrama Militer di Solo terpapar Covid-19.

“Yang positif sudah di RSBK. Walaupun tanpa gejala, lebih baik diisolasi di sana. Kontak dekatnya sudah di-swab, lalu melakukan isolasi mandiri,” kata Wiyata. (tvl)

1 Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.